





























Hadeeth Cards
Da'wa cards that highlight great meanings from the noble prophetic hadiths in a simple style and attractive display that helps the Muslim to have a deeper understanding of his religion in an easy way
All
Abu Burdah bin Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Abu Mūsā -raḍiyallāhu 'anhu- mengalami sakit keras hingga pingsan sementara kepalanya di pangkuan salah satu istrinya sehingga ia tidak bisa melarangnya sedikit pun. Setelah sadar, dia berkata, "Aku berlepas diri dari orang yang Rasulullah ﷺ berlepas diri darinya. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ berlepas diri dari wanita yang berteriak histeris, mencukur rambut, dan yang merobek-robek pakaian (ketika terjadi musibah)."
Muttafaq 'alaihAbu Burdah -raḍiyallāhu 'anhu- mengisahkan bahwa ayahnya, Abu Musa Al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu-, mengalami sakit keras hingga pingsan. Ketika itu, kepalanya berada di pangkuan salah satu istrinya. Lalu istrinya berteriak dan meratap, namun ia sama sekali tidak bisa melarangnya lantaran ia pingsan. Ketika sadar, ia mengatakan bahwa ia berlepas diri dari orang yang Rasulullah ﷺ berlepas diri darinya, yaitu beliau berlepas diri dari: 1- Aṣ-Ṣāliqah; yaitu wanita yang histeris mengangkat suaranya saat musibah. 2- Al-Ḥāliqah; yaitu wanita yang mencukur rambutnya saat musibah. 3- Asy-Syāqqah; yaitu wanita yang merobek pakaiannya saat musibah. Hal itu karena perkara-perkara tersebut adalah kebiasaan jahiliah. Tetapi, syariat mengajarkan agar bersabar saat terjadi musibah sekaligus mengharapkan pahala dari Allah.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam." Ada yang bertanya, "Apa saja hak-hak itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Apabila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam, bila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bila dia bersin dan mengucapkan alḥamdulillāh maka ucapkanlah yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu), bila dia sakit maka jenguklah, dan bila dia meninggal dunia antarkanlah (jenazahnya)."
HR. MuslimNabi ﷺ menerangkan bahwa di antara hak seorang muslim atas saudara muslimnya ada enam macam: Pertama: Mengucapkan salam jika berjumpa dengan mengatakan: Assalāmu 'alaikum, lalu ia membalas salam tersebut dengan ucapan: Wa'alaikumussalām. Kedua: Memenuhi undangannya jika ia mengundangnya ke suatu pesta atau lainnya. Ketiga: Menasihatinya jika ia memintanya dan tidak boleh mencari muka ataupun menipunya. Keempat: Bila ia bersin lalu mengucapkan "alḥamdulillāh", maka doakanlah dia dengan ucapan: Yarḥamukallāh, lalu ia membalas dengan mengucapkan: Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum. Kelima: Menjenguk dan mengunjunginya ketika ia sakit. Keenam: Menyalatinya ketika ia meninggal dan mengantarkan jenazahnya hingga dikubur.
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda saat beliau sakit dan tidak lagi mampu berdiri, "Laknat Allah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani; mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid." Aisyah berkata, "Seandainya bukan karena hal tersebut, kubur beliau pasti diperlihatkan, akan tetapi dikhawatirkan kubur beliau akan dijadikan sebagai masjid."
Muttafaq 'alaihUmmul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengabarkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda saat beliau mengalami sakit keras kemudian meninggal pada sakit tersebut: Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani serta mengusir mereka dari rahmat-Nya karena mereka menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid, yaitu dengan membuat bangunan di atasnya ataupun salat di sisinya atau menghadap padanya. Kemudian Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengatakan, kalau bukan karena larangan dan peringatan dari Nabi ﷺ itu serta kekhawatiran para sahabat terhadap kubur Nabi ﷺ akan diperlakukan seperti perlakuan orang Yahudi dan Nasrani pada kuburan nabi-nabi mereka, maka kubur beliau akan ditampakkan dan diperlihatkan.
Abu Sa'īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mengirimkan sebongkah emas yang belum dibersihkan dari tanah (masih bercampur) kepada Rasulullah ﷺ menggunakan kantung kulit yang sudah disamak. Lalu beliau membaginya di antara empat orang: 'Uyainah bin Badr, Aqra' bin Ḥābis, Zaid al-Khail, dan yang keempat adalah 'Alqamah atau 'Āmir bin Ṭufail. Melihat hal itu, salah seorang sahabat berkata, "Kami lebih berhak mendapatkan emas tersebut daripada orang-orang ini." Ucapan tersebut sampai kepada Rasulullah ﷺ, sehingga beliau bersabda, "Tidakkah kalian mempercayaiku, padahal aku adalah orang yang dipercaya oleh Tuhan yang di langit? Aku menerima kabar dari langit pagi dan sore hari." Lalu seorang laki-laki dengan mata cekung, tulang pipi cembung, dahi menonjol, berjenggot tebal, berkepala gundul dan mengangkat kain sarungnya berkata, "Ya Rasulullah! Bertakwalah kepada Allah." Rasulullah ﷺ bersabda, "Celaka kamu! Bukankah aku adalah orang yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah?" Lantas orang itu beranjak pergi. Khalid bin Walid berkata, "Ya Rasulullah! Izinkan aku menebas lehernya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Jangan, karena bisa jadi ia mengerjakan salat." Khalid berkata, "Betapa banyak orang yang salat akan tetapi perkataan lisannya tidak sesuai dengan hatinya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati manusia atau mengorek isi perutnya." Kemudian beliau ﷺ memandangi orang itu ketika ia pergi, lalu bersabda, "Sesungguhnya dari keturunan orang ini akan muncul suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan indah, tetapi bacaannya tidak melewati tenggorokannya, mereka keluar dari agama sebagaimana melesatnya anak panah dari busur." Aku kira beliau ﷺ juga bersabda, "Seandainya aku bertemu dengan mereka niscaya aku akan membunuh mereka sebagaimana bangsa Ṡamūd dibinasakan."
Muttafaq 'alaihAli bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mengirim sebongkah emas dari Yaman kepada Rasulullah ﷺ menggunakan kulit yang sudah disamak menggunakan pisau, yaitu bongkahan emas tersebut belum dibersihkan dari tanahnya. Lantas beliau ﷺ membagikannya di antara empat orang: 'Uyainah bin Badr al-Fazāriy, Aqra' bin Ḥābis al-Ḥanẓaliy, Zaid al-Khail an-Nabhāniy, dan 'Alqamah bin 'Ulāṡah al-'Āmiriy. Sehingga salah seorang sahabat beliau mengatakan: Kami lebih berhak mendapatkan emas ini daripada mereka itu. Ucapan itu pun sampai kepada Nabi ﷺ, sehingga beliau bersabda: Tidakkah kalian mempercayaiku, padahal aku adalah orang kepercayaan Tuhan yang ada di atas langit. Berita dari langit turun kepadaku setiap pagi dan sore. Lantas berdiri seorang laki-laki bermata cekung, bola matanya masuk ke dalam lubangnya, bagian atas pipinya cembung, dahinya menonjol, jenggotnya tebal tidak panjang, kepalanya botak, dan mengangkat pakaian bagian bawah badannya seraya mengatakan: Wahai Rasulullah! Bertakwalah kepada Allah. Sehingga beliau ﷺ bersabda: Celaka engkau! Bukankah aku adalah penghuni bumi yang paling patut bertakwa kepada Allah?! Kemudian laki-laki itu pergi sementara Khalid bin Walid berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku penggal lehernya? Beliau menjawab: Jangan, barangkali dia mengerjakan salat. Khalid mengatakan: Betapa banyak orang yang mengerjakan salat, tetapi lisannya mengucapkan apa yang tidak diyakini dalam hatinya. Beliau ﷺ bersabda: Aku tidak diperintahkan memeriksa hati manusia, tidak juga membedah isi perut mereka. Aku hanya diperintahkan agar memegang urusan mereka yang terlihat. Kemudian beliau memandang laki-laki tersebut pergi sembari bersabda: Sungguh, akan lahir dari keturunan orang ini serta pengikutnya atau kabilahnya orang-orang yang mahir membaca Kitabullah dengan suara bagus dan lisan mereka segar karena sering membacanya, tetapi Al-Qur`an tidak melewati tenggorokannya untuk membuat hatinya dapat memahaminya dan dapat memperbaikinya, serta Allah tidak mengangkat pahala bacaannya maupun menerimanya. Mereka melesat keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busur dengan cepat dan ringan. Aku kira beliau juga bersabda: Andaikan aku mendapatkan masa saat mereka mengangkat senjata terhadap umat Islam, maka aku akan membunuhi mereka dengan keras seperti kaum Ṡamūd,
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling rendah tempatnya di surga adalah orang yang Allah berfirman kepadanya, 'Berangan-anganlah!' Lantas dia berangan-angan dan terus berangan-angan.' Allah berfirman kepadanya, 'Apakah engkau sudah berangan-angan?' Dia menjawab, 'Ya.' Maka Allah berfirman kepadanya, 'Sungguh, bagimu semua yang engkau angan-angankan dan tambahan yang semisal dengannya.'"
HR. MuslimNabi ﷺ mengabarkan, kedudukan dan derajat yang paling rendah bagi orang yang masuk surga ialah dikatakan kepadanya: Berangan-anganlah! Maka ia pun berangan-angan semaunya, hingga ia tidak lagi memiliki suatu angan-angan kecuali ia sebutkan. Lalu ditanyakan kepadanya: Apakah engkau telah berangan-angan? Ia menjawab: Ya. Dikatakan kepadanya: Bagimu semua yang engkau angan-angankan dan tambahan semisalnya.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ dibawakan daging kambing lalu disuguhi daging kakinya, beliau memang suka kaki kambing, lalu beliau menggigitnya satu kali gigitan seraya bersabda, "Aku pemimpin manusia pada hari Kiamat. Tahukah kalian kenapa? Allah akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada satu tanah lapang. Suara seorang penyeru akan terdengar oleh semua orang, dan mereka akan terlihat oleh orang yang melihat, serta matahari akan merendah dari posisi mereka. Manusia akan mengalami kegelisahan dan kesusahan sampai pada batas yang tidak mampu mereka pikul. Manusia berkata, 'Tidakkah kalian melihat keadaan kalian? Tidakkah kalian mencari siapa yang dapat memintakan syafaat untuk kalian dari Tuhan kalian?' Mereka berkata satu sama lain, 'Hendaklah kalian menemui Adam.' Lantas mereka menemui Adam lalu berkata, 'Wahai Adam! Engkau adalah bapak seluruh manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan meniupkan ruh-Nya padamu. Allah memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu lalu mereka pun bersujud. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami? Tidakkah engkau melihat yang menimpa kami?' Adam berkata, 'Sungguh Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu Dia melarangku mendekati pohon itu, tapi aku durhaka. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah pada selainku. Pergilah kepada Nuh.' Lantas mereka datang menemui Nuh lalu berkata, 'Wahai Nuh! Engkau adalah rasul pertama kepada penduduk bumi dan Allah menyebutmu sebagai hamba yang sangat bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Nuh menjawab, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku memiliki sebuah doa, aku menggunakannya untuk mendoakan keburukan terhadap kaumku. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah ke Ibrahim.' Lantas mereka datang menemui Ibrahim lalu berkata, 'Wahai Ibrahim! Engkau adalah nabi Allah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Ibrahim berkata kepada mereka, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku pernah berdusta tiga kali. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku, pergilah ke Musa.' Lantas mereka pergi menemui Musa lalu berkata, 'Wahai Musa! Engkau adalah rasul Allah. Allah telah melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya atas seluruh manusia. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Musa berkata, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku telah membunuh jiwa yang tidak diperintahkan kepadaku untuk membunuhnya. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Isa Putra Maryam.' Lantas mereka datang menemui Isa lalu berkata, 'Wahai Isa! Engkau adalah rasul Allah, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan ruh dari ciptaan-Nya. Engkau berbicara pada manusia saat masih berada dalam buaian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Isa berkata, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah sama sekali marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. -Isa tidak menyebut sebuah dosa- Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad ﷺ.' Lantas mereka datang menemui Muhammad lalu berkata, 'Wahai Muhammad! Engkau adalah rasul Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang kemudian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Lalu aku bergegas pergi menuju ke bawah Arasy lalu aku jatuh bersujud kepada Tuhanku. Allah kemudian membukakan (mengilhamkan) kepadaku pujian-pujian dan sanjungan yang baik untuk-Nya, sesuatu yang belum pernah dibukakan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian dikatakan, 'Hai Muhammad! Angkatlah kepalamu. Mintalah, permintaanmu pasti akan diberikan kepadamu. Berikanlah syafaat, niscaya syafaatmu akan diizinkan.' Maka aku mengangkat kepalaku. Aku berkata, 'Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku!' Maka dikatakan, 'Hai Muhammad! Masukkan di antara umatmu siapa saja yang tidak dihisab melalui pintu kanan di antara pintu-pintu surga. Mereka juga memiliki hak yang sama dengan semua manusia lainnya di pintu-pintu surga lainnya.'" Setelah itu beliau bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya! Jarak antara dua sisi tiap pintu surga seperti jarak antara Makkah dan Himyar, -atau seperti jarak antara Makkah dan Buṣrā-."
Muttafaq 'alaihNabi ﷺ sedang bersama sahabat-sahabatnya dalam sebuah undangan makan. Kepada beliau disuguhkan kaki kambing, dan memang beliau paling menyukai daging kaki. Beliau menggigitnya satu kali gigitan menggunakan ujung gigi lalu berbicara kepada mereka. Beliau bersabda: Aku adalah pimpinan manusia di hari Kiamat. Beliau mengucapkan itu dalam rangka membicarakan nikmat Allah Ta'ala. Kemudian beliau bersabda: Tahukah kalian, kenapa? Beliau menyampaikan: Manusia akan dikumpulkan di tanah luas yang terbentang rata. Semua orang yang ada di sana dapat mendengar seruan orang yang memanggil dan dapat terlihat oleh orang yang memandang, sedikit pun tidak ada yang samar dari mereka. Hal itu disebabkan permukaan tanah yang rata, tidak ada tempat bersembunyi bagi siapa pun dari pandangan orang yang melihat. Pandangan mata akan menembus mereka semua. Artinya, jika ada seseorang berbicara maka suara sampai ke orang yang paling akhir. Demikian juga pandangan akan sampai ke mereka. Matahari merendah dari posisi umat manusia seukuran 1 mil. Mereka ditimpa rasa cemas dan kesusahan yang tidak mampu mereka pikul, sehingga mereka mencari keselamatan melalui syafaat. Lalu Allah ﷻ memberi ilham kepada orang-orang beriman untuk datang menemui Adam, bapak manusia. Mereka pun datang menemuinya dan menyebutkan keutamaannya barangkali ia dapat memberi mereka syafaat di sisi Allah ﷻ. Mereka mengatakan: Engkau Adam, bapak manusia. Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, memerintahkan malaikat-malaikat-Nya bersujud kepadamu, mengajarimu nama segala sesuatu, dan meniupkan ruh ciptaan-Nya kepadamu. Namun, Adam meminta maaf dan mengatakan: Sungguh, Tuhanku telah marah hari ini dengan amarah yang belum pernah sebelumnya Dia marah seperti itu dan Dia tidak akan pernah marah lagi seperti itu setelahnya. Kemudian ia menyebutkan kesalahannya, yaitu Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- melarangnya makan dari sebuah pohon tetapi ia makan. Ia mengatakan: Oh, diriku. Justru ia yang pantas diberikan syafaat. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Nuh. Lantas mereka segera datang menemui Nuh dan mengatakan: Engkau adalah rasul pertama yang diutus oleh Allah ke penduduk bumi dan Allah menyebutmu sebagai hamba yang banyak bersyukur. Tetapi ia meminta maaf, bahwa hari itu Allah benar-benar marah dengan amarah yang belum pernah sebelumnya seperti itu dan Dia tidak akan marah lagi seperti itu setelahnya. Ia menjelaskan bahwa dulu ia memiliki satu doa yang ia gunakan untuk mendoakan keburukan terhadap kaumnya. Diriku ini adalah yang berhak diberi syafaat. Pergilah ke selainku. Pergilah ke Ibrahim. Lantas mereka datang menemui Ibrahim seraya mengatakan: Engkau adalah kekasih Allah di bumi. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?! Namun Ibrahim berkata kepada mereka: Tuhanku benar-benar marah hari ini dengan amarah yang belum pernah Dia marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan marah lagi seperti itu setelahnya. Aku dulu pernah berbohong tiga kali. Yaitu perkataannya: Aku sakit. Juga perkataannya: Itu dilakukan oleh berhala yang paling besar. Juga perkataannya kepada istri, Sarah: Sampaikan kepadanya aku adalah saudaramu agar ia selamat dari keburukannya. Yang benar, tiga kalimat ini termasuk kata tauriah. Tetapi karena bentuknya seperti berbohong, maka ia merasa takut dengan maksud merendahkan diri dari memberi syafaat. Karena orang yang lebih mengenal Allah dan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar rasa takutnya. Ia mengatakan: Diriku ini adalah yang berhak diberikan syafaat. Pergilah ke selainku. Pergilah kepada Musa. Lantas mereka datang ke Musa seraya mengatakan: Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya atas seluruh manusia. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?! Musa menjawab: Tuhanku benar-benar marah hari ini dengan amarah yang tidak pernah seperti itu sebelumnya dan tidak akan marah seperti itu lagi setelahnya. Aku telah membunuh seorang jiwa yang tidak pernah diperintahkan kepadaku untuk membunuhnya. Diriku ini adalah yang berhak diberikan syafaat. Pergilah ke selainku. Pergilah ke Isa Putra Maryam. Mereka segera pergi menemui Isa dan mengatakan: Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan roh dari ciptaan-Nya. Engkau berbicara kepada manusia saat bayi ketika dalam buaian. Mintakanlah kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?! Isa menjawab: Sungguh, Tuhanku benar-benar marah hari ini dengan amarah yang belum pernah seperti itu sebelumnya dan tidak akan marah lagi seperti itu setelahnya. Isa tidak menyebutkan satu kesalahan. Diriku adalah yang berhak diberikan syafaat. Pergilah ke selainku. Pergilah ke Muhammad. Mereka segera datang menemui Muhammad dan mengatakan: Wahai Muhammad, engkau adalah rasul utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang kemudian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?! Nabi bersabda: Lantas aku beranjak pergi. Aku datang ke bawah Arasy lalu tersungkur jatuh bersujud kepada Tuhanku ﷻ. Kemudian Allah bukakan kepadaku sebagian pujian dan sanjungan baik untuk-Nya yang belum pernah dibukakan untuk siapapun sebelumku. Allah berfirman: Wahai Muhammad! Angkat kepalamu. Mintalah, niscaya permintaanmu itu diberikan. Berikanlah syafaat, syafaatmu diizinkan. Maka aku mengangkat kepalaku dan mengatakan: Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku! Syafaat beliau pun diterima. Dikatakan kepada beliau: Wahai Muhammad, masukkan orang-orang yang tidak memiliki hisab di antara umatmu dari pintu kanan di antara pintu-pintu surga. Mereka juga memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya di pintu-pintu yang lain. Kemudian beliau bersabda: Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya! Antara dua sisi pintu surga seperti jarak antara Makkah dengan Sana'a di Yaman, atau antara Makkah dengan Buṣrā di Syam, yaitu Kota Hauran.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang berpakaian layaknya cara berpakaian perempuan, dan perempuan yang berpakaian layaknya cara berpakaian laki-laki."
HR. Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah dengan makna yang semisal, dan AhmadNabi ﷺ mendoakan agar diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah setiap laki-laki yang menyerupai perempuan dalam pakaian yang khusus bagi perempuan, baik dalam bentuk, warna, model, cara pakai, aksesoris atau lainnya. Atau sebaliknya, perempuan yang meniru pakaian khusus laki-laki. Ini hukumnya adalah dosa besar.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rupa bulan di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak berludah, dan tidak beringus. Sisir mereka dari emas, keringat mereka adalah kesturi, tungku bukhūr (dupa) mereka dari uluwwah -yaitu kayu wewangian-, pasangan mereka adalah bidadari. Fisik mereka sama, yaitu seperti rupa ayah mereka Adam yang tingginya enam puluh hasta."
Muttafaq 'alaihNabi ﷺ mengabarkan bahwa rombongan orang beriman yang pertama masuk surga, wajah mereka bercahaya seperti bulan di malam purnama. Kemudian rombongan setelahnya seperti cahaya bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka memiliki sifat-sifat kesempurnaan, yaitu tidak buang air kecil dan tidak buang air besar, tidak berludah dan tidak beringus. Sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah kesturi, dari tungku bukhur mereka merebak wewangian yang paling wangi dan bukhur yang paling harum. Pasangan mereka adalah bidadari. Allah ciptakan mereka dengan ciptaan yang sama dalam rupa ayah mereka, Adam, terkait tinggi dan fisik mereka. Tinggi badan mereka adalah enam puluh hasta.
'Ubādah bin aṣ-Ṣāmit -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Di dalam surga terdapat 100 derajat, jarak antara dua derajatnya seperti jarak antara langit dan bumi. Surga Firdaus adalah derajat surga yang paling tinggi; dari surga Firdaus keempat sungai surga dipancarkan dan di atasnya terdapat Arasy. Apabila kalian minta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus."
HR. TirmiziNabi ﷺ mengabarkan bahwa di surga akhirat terdapat 100 derajat dan kedudukan. Jarak antara tiap dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Surga yang paling tinggi adalah surga Firdaus; dari surga Firdaus keempat sungai surga dipancarkan dan di atas surga Firdaus ada Arasy. Apabila kalian minta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus karena ia berada di atas semua surga.