Categories
Discover our diverse collection of categories covering multiple topics to meet your various interestsDa\'wa cards that highlight great meanings of the verses of the Holy Quran and the noble prophetic hadiths in a simple style and attractive display that helps the Muslim to have a deeper understanding of his religion in an easy way
No Ayat found for this category
Dari Jundub bin Abdillah, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān selama hati kalian terhimpun kepadanya! Jika kalian berselisih maka tinggalkanlah!"
Muttafaq 'alaih
Makna hadis: Bacalah Al-Qur`ān selagi hati kalian terhimpun padanya. Jika kalian berselisih dalam memahami maknanya maka berpencarlah agar perselisihan itu tidak terus menimbulkan keburukan. Bisa jadi juga maknanya adalah: Berpeganglah kalian kepada ayat-ayatnya yang muḥkam (jelas)! Jika menemukan ayat-ayat mutasyābih yang menyebabkan perselisihan maka berpalinglah dari mendalaminya! Sebagaimana mungkin juga maksudnya adalah perintah membaca Al-Qur`ān selama hati masih memperhatikannya, jika hati sudah bosan dan jemu maka harus ditinggalkan sampai kembalinya waktu semangat dan sifat tekun. Hal ini juga terjadi dalam perintah serupa mengenai salat. Akan tetapi pendapat pertama di atas, lebih mendekati (kebenaran).
Dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwasannya dia berkata, "Jika (seorang suami) mengharamkan istrinya, maka itu bukan talak." Ia membaca ayat, "Telah ada untuk kalian pada Rasulullah teladan yang baik." (Al-Aḥzāb: 21).
Diriwayatkan oleh Bukhari
Makna aṡar tersebut bahwa jika seorang suami berkata kepada istrinya, "Engkau haram bagiku atau menjadi haram dan sebagainya," maka (ucapan) itu bukan pengharaman yang berarti talak, tetapi merupakan sumpah yang mengharuskan pembayaran kafarat sumpah. Sebagaimana Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu." (At-Taḥrīm: 1-2) Yakni, Allah telah mensyariatkan bagi kalian tentang pembebasan sumpah-sumpah kalian dengan membayarkan kafarat yang disebutkan dalam surah Al-Mā`idah.
Dari Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- dia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān, karena dia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya."
Diriwayatkan oleh Muslim
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menganjurkan umatnya untuk membaca Al-Qur`ān. Karena jika datang hari kiamat Allah akan jadikan pahala membaca Al-Qur`ān berdiri dan berjalan memberikan syafaat kepada para pembacanya, orang yang sibuk dengannya, dan orang yang komitmen terhadap perintah dan larangannya.
Perbedaan pahala kebaikan didasarkan pada kadar keikhlasan dan mutāba'ah; semakin ikhlas seorang hamba kepada Allah dan berupaya lebih meneladani Rasul -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka ibadahnya akan semakin sempurna dan pahalanya semakin banyak.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Perbedaan manusia dalam amal perbuatan sesuai perbedaan niat mereka; sebagian orang niatnya mencapai puncak keikhlasan dan mutāba'ah (sesuai Sunnah) dalam perbuatan-perbuatan baik dan amal saleh, dan sebagian yang lain niatnya di bawah itu.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Orang yang bergabung bersama pelaku kebatilan dan kezaliman akan disamakan dalam siksaan, karena siksaan bersifat umum.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Bila seseorang telah berniat melakukan amal saleh, kemudian dia terhalangi darinya, maka ditulis baginya pahala yang dia niatkan.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Amal perbuatan tergantung niatnya; seseorang akan dituliskan baginya pahala apa yang dia niatkan, sekalipun realitasnya berbeda dari yang dia niatkan.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Tidaklah seseorang mengerjakan suatu amalan karena menginginkan wajah Allah kecuali kemuliaan dan derajatnya akan bertambah tinggi.mendapatkan pahala sempurna
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Standar cinta dan rida adalah pada amal saleh dan niat ikhlas; keduanya adalah tolok ukur diterimanya seorang hamba di sisi Tuhannya. Boleh jadi amal yang kecil bisa menjadi besar nilainya karena niat, dan sebaliknya amal yang banyak bisa menjadi kecil nilainya karena niat.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Di antara indikasi adanya taufik Allah kepada hamba: dia berusaha memperbaiki niat dan menyucikan hatinya dengan amal saleh.
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya
Jalan Allah ada satu, sedangkan jalan setan ada banyak; orang yang mendapat petunjuk adalah yang diberikan taufik oleh Allah -Ta'ālā- untuk menempuh jalan-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Bahwa inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya." (QS. Al-An'ām: 153)
Kitab RIYĀḌUṢ-ṢĀLIḤĪN beserta Faidah dan Petunjuknya